Rabu, 07 November 2007

Hanya Ilusi

bila malam yang datang sanggup mengetuk hati mu
maka kuyakin bahwa
aku mampu menidurkanmu dalam lelah
mengubah semua mimpimu menjadi kisah indah
dan kita akan bergerak meninggalkan kesunyian
mulai berpikir tentang terangnya lampu billboard
atau bisingnya kereta di telinga kita
kuminta setapak jalan menuju malammu ..
untuk sejenak membangunkanmu
dan mengajakmu menghitung ilusi di sudut kota
atau sekedar bertegur sapa,
bertukar senyum
dan diatas layar layar yang tertidur
kuminta ijin untuk mengecupmu
seperti embun tengah malam
yang mencicip fajar....


Sebuah Sunyi

waktu kita diam
aku masih memungut huruf-huruf
menyusunnya jadi namamu
menyimpan rapat-rapat dalam laci
ada sunyi
malam lelap
kau tak lakukan apa-apa
selain membakar lilin
ada jam dinding yang hangus
dan sepotong nama menggigil
di luar kamar
mati dihujam hujanya,
diam-diam kita memang suka
bicara sendiri-sendiri

Kamis, 01 November 2007

Buat kamu di kotak YM

Batas mulai terlihat garisnya
Sekedar siklus datangnya bulan
lalu terbenam sempurna
Atau tetap,bentuk keberanian yang didengung menerus
lantas menghilang…
Berdamai adalah saat meneruskan kehidupan
(karena itu adalah cara untuk mengetahui?)
Laku langkah kemudian diamini
Tak lama tak ada tanya
Bahasa meneruskan teks,
otonomi penafsiran Otoritas!
Imaji menghampiri
Titipkan pesan
Dia menunggu…
di stasiun senja
senantiasa...

Jiwa Yang Kering

Kusematkan kata rindu dalam jiwaku
Tak mampu terkatakan ketika nama lain kau sebut
Aku terkatung-katung dalam derak tak tentu
Membuatku sepi dalam kepiluan
Tahukah kau disana...
Aku begitu lelah mengayuh
Tak ada ujung yang dapat kugapai
Hanya awang tak terurai
Haruskah ku kembali ke tepian
Dan melupakan perjalananku
Mengisi kembali jiwaku
Menyisihkan hatiku?
Mampukah kau memberi asa bagi jiwaku?